#BUKUCIAMIK: PEREMPUAN DAN ANAK-ANAKNYA
Setelah sekian lama terjerembab dengan keadaan "malas membaca buku", akhirnya gue bisa melawan kemalasan dengan berhasil membaca beberapa buku. Yey.
Salah satu buku yang berhasil gue baca adalah Antologi (kumpulan cerita pendek dari beberapa pengarang) dengan judul "Perempuan dan Anak-anaknya". Judul ini sendiri diambil dari salah satu cerita pendek di dalam buku. Gue memang berniat membaca buku mengenai peristiwa 1965 di bulan September kemarin, dan ternyata, buku ini yang tak sengaja terpilih😂
Di awal, kita diarahkan dalam pengantar untuk lebih dahulu membaca lampiran dan mengisi kuisioner yang disipakan oleh editor. Tentu saja ini bersifat opsional. Hal tersebut guna membantu pembaca menyadari sejauh mana memahami kebenaran historis yang terjadi pada Tahun 1965 bahkan beberapa tahun setelahnya.
Ketika membacanya halaman demi halaman, para penulis mampu menggambarkan kengerian dan kekacauan yang terjadi pada Tahun 1965 melalui cerita. Peristiwa berdarah Tahun 1965 sudah dikenal luas oleh masyarakat Indonesia. Namun, apakah kebenaran itu sudah seutuhnya? Gue rasa membaca buku ini membantu kita sedikit menyadari kebenaran apa yang terjadi.
Gue gak akan bahas buku ini soal 'kiri' atau 'kanan' karena menurut gue buku ini berisi soal kemanusiaan. Para penulis sebagai saksi peristiwa mampu menggambarkan perang perasaan antara simpati dan gentar. Cerita-cerita yang disampaikan mampu membuat kita turut merasakan dilema yg dialami oleh penulis atau orang-orang yang menjadi saksi peristiwa 1965. Ada rasa simpati, namun ada rasa kewajaran 'membunuh' orang-orang yang pada saat itu dilabeli 'layak untuk dibunuh'.
Hmmm... berhasil menamatkan antologi cerpen ini setelah sekian lama berjuang melawan rasa malas membaca rasanya emang sebuah prestasi kecil yang patut dirayakan *tsahhhh...
Lewat buku ini kita diingatkan bahwa sejarah kelam tahun 1965 bukan cuma soal siapa yang menang atau kalah secara politik. Ada banyak jiwa manusia, ketakutan, dan nurani yang terkoyak di sana. Kelar baca, rasanya kita kayak ditampar keras bahwa bicara kemanusiaan tidak semudah membolak balikkan lembar kertas semata....
(jadi draft sejak September 2021 gilakkkk, akhirnya gue upload di 2026 WQWQWQ).





Comments
Post a Comment